
ASAL USUL DESA PANONGAN
Ketika Seorang Pengagung Kesultanan Cirebon pergi berkelana, ia sempat singgah di Cangkuap ( Cangkup ) dan di pemandian Mungkal yang kini di sebut Mungkal Panong.. Di Mungkal terdapat Batu yang letaknya berhimpitan di atas Pohon Putat Penggung yang tinggi dan besar. Oleh karena pohon ini merupakan Pohon tertinggi, maka keberadaanya terlihat dari segala penjuru. Dari tempat ini pula penggung Kesultanan Cirebon dapat melihat ( meneropong ) ke wilayah disekitarnya, sehingga dapat mempersiapkan kapan dan kemana ia melanjutkan pengembaraanya. Lama kelamaan Masyarakatpun menjadikan tempat ini sebagai tempat Panoongan ( Bahasa Sunda ) baik dalam menikmati pemandangan Alam maupun untuk melihat keberadaan wilayah sekitarnya.
Dari sebutan Panoongan itu lahirlah Desa Panongan hingga sekarang. Batas Wilayah Desa Panongan adalah Desa Belawa ( Utara ) Desa Putat ( Barat ) Desa Windujaya ( Selatan ) Dan Desa Sedong ( Timur ). Wilayah Desa Panongan meliputi Desa Panongan Lor yang merupakan pemekeran dari Desa Wangkelang dan Desa Panongan Induk.
Wilayah Desa Panongan terdiri dari Tanah Pesawahan, tegalan dan Pemukiman Tanah Sawah di Desa Panongan Lor antara lain meliputi Sawah Rawa Sawah Cikaradak, Sawah Setu, Sawah Baju Rambeng, Sawah Kesemek. Di Desa Panongan Induk antara lain Sawah Blok si bebek, Sawah Karaksak tengah Sawah Simpur dan sawah blok Patoman.
Tanah tegalan di Desa Panongan Lor meliputi Bulak Munjul, Bulak Lega Lolorong, Bulak Tengah, Cibabadakan, dan Cangkup. Sedangkan di Desa Panongan Induk terdapat Astana, Legok, Cangkuan, Bulak Rendeng, Cilopang, Buah Kidang, Jati dan Kawista.
Tanah pemukiman di Desa Panongan lor meliputi Simbar, Bulak Munjul, Bulak Dangdeur,Munjul Nangka, Sempong, Karang Anyar, dan Cibogo. Dapun yang termasuk ke Panongan Induk adalah Bebeuran, Buah Jangkung, Jati Gebrog, Parenca, Pamaron, Mungkal Panong, Kolomberan, Pamijen, Sumur Dadap, Bulak Curug, Tarikolot dan Hulu Dayeuh.
Saluran air yang mengalir di Wilayah Desa Panongan dinamakan kali Cimanis, di kali cimanis ada batu menghalangi air dgn batu sangat besar sekali yang melintang di tengah kali ketika itu di jaman penjajahan Belanada di bangun Bendungan yang namanya Bendung Batulintang,Saluran Cinanggerang asal kata dari Cina dan Garang oleh karena dahulu pernah ada seorang keturunan Cina yang melintasi saluran tersebut di begal dengan senjata tajam, walaupun tubuhnya belumuran darah ia tetap melawan dengan garang hingga terbunuh. Maka sampai sekarang saluran tersebut disebutnya saluran cinanggerang.
